Selasa, 25 Februari 2014


Aktivitas lingkungan hidup lakukan penghijauan 
Text Photo : Suasana Penghijauan pesisir pantai Mbah Drajit, Wotgalih Yosowilangun.
Reporter : Lutfia Amerta S.
Lumajang, Dalam rangka  memperingati Hari Air Se-Dunia, para aktivis peduli lingkungan dan konservasi Laskar Hijau bersama ratusan warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun serta berbagai elemen masyarakat menyelenggarakan kegiatan penghijauan bersama di pesisir pantai Mbah Drajid di Desa setempat.

Dalam kegiatan ini, ratusan orang sekaligus dilibatkan. Turut terlibat juga, berbagai elemen masyarakat, diantaranya relawan dari LPBI PCNU Kabupaten Lumajang, PMII STKIP Lumajang, KMPL, MPPM, PAS Senduro. Tidak ketinggalan juga siswa-siswi dari SMK Negeri 1 Lumajang, STM 17 Lumajang serta siswa-siswi dan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Kelompok Pecinta Alam (PA).

Yakni, dari PA Cakra Wijaya SMA Candipuro, PA Palaga SMA 3 Lumajang, Saskapala SMA Klakah, Sispamuhi SMA Muhammadiyah, Mapashi STKIP Muhammadiyah, Garuda Sakti STKIP PGRI, Gepala, Garis Bebas, Vabfas, Gaspalu, PA-32, Pecinta Wisata Gucialit, Community Climber Sport.

”Turut hadir juga dalam kegiatan ini, Heri Gunawan penjaga Hutan Bambu Sumbermujur yang menjadi nominator Kalpataru asal Kabupaten Lumajang. Selain dari Lumajang bergabung juga para aktivis lingkungan dari FK3I Jember dan Himacita IKIP PGRI Jember,” demikian kata Aak Abdullah Al Kudus Koordinator aktivis peduli lingkungan dan konservasi laskar Hijau yang menjadi pengagas kegiatan penghijauan ini , Sabtu (23/3/2013) siang.

Gelar aksi penghijauan ini, maish kata Aak Abdullah Al Kudus, dilakukan penanaman di kawasan bekas penambangan pasir besi dan di sepanjang pesisir pantai Mbah Drajid. ”Adapun bibit yang ditanam, selain jenis mangrove, ada juga pandan laut, kelapa, mente, nyamplung dan beberapa jenis tanaman lain yang cocok untuk kawasan pesisir,” bebernya.

A’ak Abdullah Al Kudus menyatakan sangat senang dengan antusiasme para peserta penghijauan yang hadir ke pesisir pantai Desa Wotgalih yang berbatasan dnegan wilayah Kabupaten Jember ini. Padahal, pihaknya hanya menyebarkan undangan secara informal melalui SMS dan media sosial melalui facebook saja.

”Akan tetapi yang hadir hingga ratusan orang. Ini menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat Lumajang yang memiliki kepedulian terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan,” terang aktivis yang getol menyuarakan dan melaksanakan giat penghijauan ini.

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu semua peserta yang hadir diberikan pengarahan dan penjelasan tentang kegiatan ini dan tentang aktivitas warga Desa setempat dalam memperbaiki lingkungan dengan menolaik pertambangan pasir besi yang ada di Desanya.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh keakraban diantara para aktivis yang terlibat dalamn kegiatan ini. Selain melakukan penanaman pohon, para aktivis peduli lingkungan dan konservasi ini juga melakukan bersih-bersih sampah yang banyak berserakan di pantai yang berpasir legam ini.

”Sampah-sampah ini adalah peninggalan dari wisatawan yang banyak berdatangan ke sini, setiap lebaran,” sambung Ridwan Madjid salah-seorang tokoh masyarakat di Desa Wotgalih,Kecamatan Yosowilangun. (lut/pim).



Sumber Berita: 


http://pedomannusantara.com/berita-peringati-hari-air-sedunia-aktivis-lingkungan-hidup-lakukan-penghijauan.html#ixzz2uLBuVS43

Adi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung Kawi




Adi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung KawiAdi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung Kawi
Sejumlah Supporter ProFauna asal Malang antara lain Adi, Hanggar, Asti, Kohar, Canakya Galerita, Didin, Didit, dan masih banyak lainnya, terlibat aktif dalam program penghijauan di Kaki Gunung Kawi yang diadakan oleh P-WEC, ProFauna dan masyarakat Desa Kucur minggu lalu (10/01/2010). Dalam penghijauan itu ditanam sekitar 2000 bibit di berbagai titik. Supporter ProFauna kebagian tempat di Bon Keke yang berjarak sekitar 2 km dari P-WEC.
Selain Supporter ProFauna, sejumlah staf ProFauna termasuk pendiri ProFauna juga ikut terjun langsung berkotor-kotor dengan lumpur untuk menanam berbagai jenis pohon yang kebanyakan didominasi jenis nangka. Meski tanah licin dan kotor, Supporter dan staf ProFauna penuh dengan semangat menanam pohon bersama masyarakat.
Usai menanam pohon, para Supporter ProFauna itu langsung mengadakan pertemuan bulanan. Dalam pertemuan yang dipandu oleh Pendiri ProFauna Rosek Nursahid itu dijelaskan tentang beberapa program terkini dari ProFauna. Salah satu program yang menarik perhatian Supporter adalah adanya divisi-divisi baru yang akan mewadahi Supporter yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan ProFauna/P-WEC. Divisi-divisi itu adalah Divisi Kampanye, Edukasi dan Investigasi.
sumber : http://www.profauna.org/content/id/supporter/supporter-corner/2010/adi_cs_ikut_penghijauan_di_kaki_gunung_kawi.html

Penghijauan di Halaman Rumah Kita


Rumah yang sejuk , segar dan nyaman merupakan idaman dari seluruh keluarga. Agar keinginan tersebut terwujud maka perlu kita lakukan penghijauan sekitar rumah kita. Pada masa sekarang ini , terutama pada pemukiman padat penduduk sulit kita temukan halaman kosong. tiadanya halaman kosong tidak merupakan hambatan untuk melakukan pernhijauan. asal kan kita ada kemauan, kreatifitas, ketekunan dan kesungguhan semuanya akan terwujud, solusinya adalah bertanam dalam pot, secara horisontal maupun vertikal.Tanaman dalam pot memrlukan tempat yang relatif sempit, apalagi dipadu bertanam secara vertikal, dengan gantunga, rak atau dengan bambu tegak.

Bagimana tanaman dapat tumbuh segar? jika semua nutrisi dan cahaya tercukupi, tanaman golongan talas kurang perlu sinar maka kita tempatkan pada tempat yang agak dalam kurang intensitas sinar, sedang golongan palam, perlu banyak sinar. Kemudian pemupukan dan penyiraman dilakukan secara rutin. Maka tanaman akan tumbuh subur hijau warna – warna , enak dipandang, udara menjadi sejuk dan segar, rumah tampak bagai istana. Selamat menata rumah idaman dengan penghijauan.

sumber : http://dodiutomo.blogspot.com/2011/05/penghijauan-di-halaman-rumah-kita.html

Penghijauan dengan Tanaman Produktif

Setiap saya melihat pohon-pohon rindang di tepi jalan raya dan jalan tol serta taman-taman kota kok hati saya selalu bertanya-tanya kenapa ya tanaman yang ditanam oleh pemda dalam hal ini dinas pertamanan kota jarang terlihat tanaman yang menghasilkan? Bahkan ada tanaman yang berduri. Saya hanya berfikir seandainya tanaman perindang di tepi-tepi jalan adalah tanaman produktif misalnya tanaman buah, tentu disamping memberikan keteduhan dan kesegaran udara juga memberikan buah yang bermanfaat. Tentu saya juga memahami bahwa tidak mungkin untuk tanaman yang ditanam di tengah jalan menggunakan tanaman yang berbuah.

Mengamati tanaman disebagian besar rumah juga jarang terlihat tanaman hias atau tanaman perindang yang menghasilkan. Jika setiap rumah punya 5 pot yang berisi tanaman cabe atau tomat atau tanaman sayuran lainnya tentu akan memberikan penghematan buat kita. Daun slam, laos kunyit dan jahe tidak harus beli di pasar. Jika tetangga kehabisan tinggal ngambil di halaman. Kalau memang dianggap tidakk materii kan bisa penghematan itu dipakai untuk meningkatkan bonus ke assisten rumah tangga kita.
Padahal ada sebuah hadis (mohon dicek dan dikoreksi jika salah) yang kalau nggak salah bunyinya kurang lebih demikian:
Jika buah dari tanaman yang engkau tanam diambil oleh hewan maka itu adalah sedekah, jika diambil oleh manusia juga sedekah. 

Apakah pemda kita, kita tidak ingin bersedekah?
Jika iya mari kita galakkan penghijauan atau tanaman hias yang sekaligus menghasilkan, sebab itu bisa dijadikan sarana untuk bersedekah, sehingga semua mendapat berkah.

Keterangan Foto: pohon mangga samping rumah yang sudah mulai berbuah meskipun buahnya masih kecil
                           dan foto bawah setelah mangga agak besar tapi belum siap panen

sumber : http://big-sugeng.blogspot.com/2010/08/penghijauan-dengan-tanaman-produktif.html

Penghijauan


SMA Negeri 1 Betung Memdapat Bantuan 4 buah Pohon Trembesi dari Bantuan Presiden yang disampaikan oleh Dan Ramil Kecamatan Betung yang diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Betung dan Langsung diadakan penanaman Pohon Trembesi. Terima Kasih Pak Presiden. Terima Kasih Pak Dan Ramil Kecamatan Betung


      sumber :http://smansabetung.blogspot.com/2010/11/penghijauan.html  

PENGHIJAUAN DI HULU SUNGAI CITARUM

Penghijauan Di Hulu Sungai CitarumMybdg.com – Penghijauan Di Hulu Sungai Citarum, Bandung – Sekitar 56 hektare lahan kritis di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, ditanami sekitar 21.000 bibit tanaman keras. Selama ini, kerusakan di hulu sungai dituding menjadi sumber utama penyebab terjadinya sedimentasi Sungai Citarum.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemkab Bandung, Perhutani, LSM, organisasi penggiat lingkungan, dan ratusan masyarakat setempat. Penanaman pohon dilaksanakan di Kampung Pasirmunding, Desa Cibeureum. Diharapkan gerakan penghijauan ini bisa mengurangi sedimentasi, dan menjadi tempat menyimpan cadangan air ketika musim kemarau melanda.
Bupati Bandung, Dadang M. Naser menuturkan, gerakan penghijauan ini telah menjadi perhatian serius Pemkab Bandung, terutama di lahan-lahan kritis seperti di seputar hulu Sungai Citarum yang sebagian lahannya banyak digunakan oleh masyarakat setempat untuk kegiatan pertanian jangka pendek. Kini, lahan hutan itu banyak ditanami tanaman kentang dan sayuran.
Menurut Bupati, meski bercocok tanam sayuran menguntungkan, namun di sisi lain kegiatan pertanian jangka pendek di hulu Sungai Citarum membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Sungai Citarum terus mengalami sedimentasi, sebagai akibat tanah yang berada di lahan pertanian tersebut tergerus masuk ke Sungai Citarum setiap musim hujan. “Jangankan sungai, jalan raya saja di Kertasari ini banyak tertutup lumpur akibat longsoran tanah pertanian,” ujar Dadang Naser di Kertasari, Jumat 28/12/12.
Bupati mengajak kepada seluruh warga Kertasari untuk selalu peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia pun meminta kepada warga setempat untuk rajin menanam berbagai jenis tanaman keras di sekitar pekarangan rumahnya masing-masing. “Kalau lingkungan di Kertasari ini rindang oleh pepohonan, yang untung warga Kertasari sendiri karena udara menjadi bersih, air melimpah, tanah menjadi kuat karena terikat oleh akar tanaman,” jelasnya. Penghijauan Di Hulu Sungai Citarum.
sumber:http://www.mybdg.com/penghijauan-di-hulu-sungai-citarum/1631/

Mandalamekar Desa Berwawasan Lingkungan


Banyak orang menyatakan bahwa saat ini kita tengah menghadapi yang namanya pemanasan global atau global warming dalam bahasa kerennya. Banyak kalangan beropini tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari dampak pemanasan global ini. Tapi rasanya semua masih dalam batas opini, pendapat dan anjuran semata untuk mengurangi atau bahkan menghindari dampak dari pemanasan global ini, sedangkan tindakan atau implementasi di lapangan bisa dikatakan masih jauh dari harapan.
Semua boleh beropini, semua boleh berkampanye tentang hal ini bahkan harus. Namun yang jauh lebih penting adalah tindakan nyata dalam mencegah dampak pemanasan global tersebut. salah satu cara yang paling banyak dikampanyekan adalah dengan menanam pohon, bahkan Departemen Kehutanan membuat kampanye dengan jargon “One man One tree” (satu orang satu pohon). Kampanye ini dimaksudkan agar ada aware dari masyarakat agar mau membantu pemerintah dalam mencegah efek lebih besar dari pemanasan
Tak banyak pemerintah di pedesaan yang paham dan mengerti tentang apa itu global warming, apa dampaknya dan bagaimana cara menanggulanginya? Disebuah desa terpencil yang tak pernah diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten terlebih oleh pemerintah Provinsi dan Pusat, apa yang saat ini sedang banyak dikampanyekan diberbagai media tentang pencegahan pemanasan global sudah lama dilakukan oleh masyarakat di desa tersebut.
Desa tersebut bernama Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya – Jawa Barat. Desa ini memiliki sebuah program reboisasi atau penghijauan massal dan berkesinambungan, untuk merealisasikannya Tokoh Masyarakat membuat sebuah naungan berupa paguyuban dengan nama “Mitra Alam Munggaran”, diharapkan dengan adanya paguyuban ini semua program yang ada dapat terealisasi dan terarah.
Program Unggulan Penghijauan ini di mulai dengan membuat persemaian untuk benih, dan mempersiapkan lahan/ tanah desa yang tidak tergarap untuk ditanami. Yang menjadi fokus utama adalah lahan kosong di Karang Soak dan Pasir Salam, selain untuk ditanami kedua lahan didaerah ini juga nantinya akan dijadikan sebagai objek Agro wisata dan wisata alam serta Outbond.
Karena tanpa disadarai di kedua lahan tersebut begitu banyak potensi wisata yang tersimpan, seperti Air Terjun dan Gua-gua. Dalam merealisasikan program ini pemerintah desa tidak bekerja sendiri karena selain didukung paguyuban Mitra Alam Munggaran, mereka juga didukung oleh segenap masyarakat dan beberapa sekolah yang ada di desa tersebut.
Program yang sudah dimulai sejak setahun yang lalu ini, hingga sekarang sudah menanam lebih dari 5000 pohon, adapun pohon yang ditanam antara lain Pohon Picung, Pohon Karet dan Pohon Jati. Pohon-pohon tersebut diyakini memiliki ketahanan terhadap hama dan bisa menyerap air. Program Penghijauan yang digagas ini selain untuk menceag pemanasan global, juga untuk mencegah terjadinya longsor dan krisis air di masa depan. Disamping itu, hutan-hutan yang ditanami diharapkan bisa menjadi daerah resapan air dan menjadi sumber mata air bagi kelangsungan masyarakat sekitar yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani.
Semoga saja kesadaran kecil dari desa yang terpencil ini, bisa menggugah, bisa menjadi contoh bagi Desa yang lain bahwa dalam membangun kita tidak perlu selalu menunggu uluran tangan dari pemerintah. Inisiatif dan partisipasi masyarakat lokal akan jauh lebih bisa dirasakan hasil dan manfaatnya, karena jika kita hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah entah tahun berapa kita bisa bangkit. Dimulai dari hal kecil yang dilaksanakan secara konsisten. 
sumber : http://denisuryana.wordpress.com/2009/12/04/mandalamekar-desa-berwawasan-lingkungan/

Selasa, 25 Februari 2014


Aktivitas lingkungan hidup lakukan penghijauan 
Text Photo : Suasana Penghijauan pesisir pantai Mbah Drajit, Wotgalih Yosowilangun.
Reporter : Lutfia Amerta S.
Lumajang, Dalam rangka  memperingati Hari Air Se-Dunia, para aktivis peduli lingkungan dan konservasi Laskar Hijau bersama ratusan warga Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun serta berbagai elemen masyarakat menyelenggarakan kegiatan penghijauan bersama di pesisir pantai Mbah Drajid di Desa setempat.

Dalam kegiatan ini, ratusan orang sekaligus dilibatkan. Turut terlibat juga, berbagai elemen masyarakat, diantaranya relawan dari LPBI PCNU Kabupaten Lumajang, PMII STKIP Lumajang, KMPL, MPPM, PAS Senduro. Tidak ketinggalan juga siswa-siswi dari SMK Negeri 1 Lumajang, STM 17 Lumajang serta siswa-siswi dan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Kelompok Pecinta Alam (PA).

Yakni, dari PA Cakra Wijaya SMA Candipuro, PA Palaga SMA 3 Lumajang, Saskapala SMA Klakah, Sispamuhi SMA Muhammadiyah, Mapashi STKIP Muhammadiyah, Garuda Sakti STKIP PGRI, Gepala, Garis Bebas, Vabfas, Gaspalu, PA-32, Pecinta Wisata Gucialit, Community Climber Sport.

”Turut hadir juga dalam kegiatan ini, Heri Gunawan penjaga Hutan Bambu Sumbermujur yang menjadi nominator Kalpataru asal Kabupaten Lumajang. Selain dari Lumajang bergabung juga para aktivis lingkungan dari FK3I Jember dan Himacita IKIP PGRI Jember,” demikian kata Aak Abdullah Al Kudus Koordinator aktivis peduli lingkungan dan konservasi laskar Hijau yang menjadi pengagas kegiatan penghijauan ini , Sabtu (23/3/2013) siang.

Gelar aksi penghijauan ini, maish kata Aak Abdullah Al Kudus, dilakukan penanaman di kawasan bekas penambangan pasir besi dan di sepanjang pesisir pantai Mbah Drajid. ”Adapun bibit yang ditanam, selain jenis mangrove, ada juga pandan laut, kelapa, mente, nyamplung dan beberapa jenis tanaman lain yang cocok untuk kawasan pesisir,” bebernya.

A’ak Abdullah Al Kudus menyatakan sangat senang dengan antusiasme para peserta penghijauan yang hadir ke pesisir pantai Desa Wotgalih yang berbatasan dnegan wilayah Kabupaten Jember ini. Padahal, pihaknya hanya menyebarkan undangan secara informal melalui SMS dan media sosial melalui facebook saja.

”Akan tetapi yang hadir hingga ratusan orang. Ini menjadi bukti bahwa masih banyak masyarakat Lumajang yang memiliki kepedulian terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan,” terang aktivis yang getol menyuarakan dan melaksanakan giat penghijauan ini.

Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu semua peserta yang hadir diberikan pengarahan dan penjelasan tentang kegiatan ini dan tentang aktivitas warga Desa setempat dalam memperbaiki lingkungan dengan menolaik pertambangan pasir besi yang ada di Desanya.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh keakraban diantara para aktivis yang terlibat dalamn kegiatan ini. Selain melakukan penanaman pohon, para aktivis peduli lingkungan dan konservasi ini juga melakukan bersih-bersih sampah yang banyak berserakan di pantai yang berpasir legam ini.

”Sampah-sampah ini adalah peninggalan dari wisatawan yang banyak berdatangan ke sini, setiap lebaran,” sambung Ridwan Madjid salah-seorang tokoh masyarakat di Desa Wotgalih,Kecamatan Yosowilangun. (lut/pim).



Sumber Berita: 


http://pedomannusantara.com/berita-peringati-hari-air-sedunia-aktivis-lingkungan-hidup-lakukan-penghijauan.html#ixzz2uLBuVS43

Adi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung Kawi




Adi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung KawiAdi cs ikut Penghijauan di Kaki Gunung Kawi
Sejumlah Supporter ProFauna asal Malang antara lain Adi, Hanggar, Asti, Kohar, Canakya Galerita, Didin, Didit, dan masih banyak lainnya, terlibat aktif dalam program penghijauan di Kaki Gunung Kawi yang diadakan oleh P-WEC, ProFauna dan masyarakat Desa Kucur minggu lalu (10/01/2010). Dalam penghijauan itu ditanam sekitar 2000 bibit di berbagai titik. Supporter ProFauna kebagian tempat di Bon Keke yang berjarak sekitar 2 km dari P-WEC.
Selain Supporter ProFauna, sejumlah staf ProFauna termasuk pendiri ProFauna juga ikut terjun langsung berkotor-kotor dengan lumpur untuk menanam berbagai jenis pohon yang kebanyakan didominasi jenis nangka. Meski tanah licin dan kotor, Supporter dan staf ProFauna penuh dengan semangat menanam pohon bersama masyarakat.
Usai menanam pohon, para Supporter ProFauna itu langsung mengadakan pertemuan bulanan. Dalam pertemuan yang dipandu oleh Pendiri ProFauna Rosek Nursahid itu dijelaskan tentang beberapa program terkini dari ProFauna. Salah satu program yang menarik perhatian Supporter adalah adanya divisi-divisi baru yang akan mewadahi Supporter yang ingin terlibat aktif dalam kegiatan ProFauna/P-WEC. Divisi-divisi itu adalah Divisi Kampanye, Edukasi dan Investigasi.
sumber : http://www.profauna.org/content/id/supporter/supporter-corner/2010/adi_cs_ikut_penghijauan_di_kaki_gunung_kawi.html

Penghijauan di Halaman Rumah Kita


Rumah yang sejuk , segar dan nyaman merupakan idaman dari seluruh keluarga. Agar keinginan tersebut terwujud maka perlu kita lakukan penghijauan sekitar rumah kita. Pada masa sekarang ini , terutama pada pemukiman padat penduduk sulit kita temukan halaman kosong. tiadanya halaman kosong tidak merupakan hambatan untuk melakukan pernhijauan. asal kan kita ada kemauan, kreatifitas, ketekunan dan kesungguhan semuanya akan terwujud, solusinya adalah bertanam dalam pot, secara horisontal maupun vertikal.Tanaman dalam pot memrlukan tempat yang relatif sempit, apalagi dipadu bertanam secara vertikal, dengan gantunga, rak atau dengan bambu tegak.

Bagimana tanaman dapat tumbuh segar? jika semua nutrisi dan cahaya tercukupi, tanaman golongan talas kurang perlu sinar maka kita tempatkan pada tempat yang agak dalam kurang intensitas sinar, sedang golongan palam, perlu banyak sinar. Kemudian pemupukan dan penyiraman dilakukan secara rutin. Maka tanaman akan tumbuh subur hijau warna – warna , enak dipandang, udara menjadi sejuk dan segar, rumah tampak bagai istana. Selamat menata rumah idaman dengan penghijauan.

sumber : http://dodiutomo.blogspot.com/2011/05/penghijauan-di-halaman-rumah-kita.html

Penghijauan dengan Tanaman Produktif

Setiap saya melihat pohon-pohon rindang di tepi jalan raya dan jalan tol serta taman-taman kota kok hati saya selalu bertanya-tanya kenapa ya tanaman yang ditanam oleh pemda dalam hal ini dinas pertamanan kota jarang terlihat tanaman yang menghasilkan? Bahkan ada tanaman yang berduri. Saya hanya berfikir seandainya tanaman perindang di tepi-tepi jalan adalah tanaman produktif misalnya tanaman buah, tentu disamping memberikan keteduhan dan kesegaran udara juga memberikan buah yang bermanfaat. Tentu saya juga memahami bahwa tidak mungkin untuk tanaman yang ditanam di tengah jalan menggunakan tanaman yang berbuah.

Mengamati tanaman disebagian besar rumah juga jarang terlihat tanaman hias atau tanaman perindang yang menghasilkan. Jika setiap rumah punya 5 pot yang berisi tanaman cabe atau tomat atau tanaman sayuran lainnya tentu akan memberikan penghematan buat kita. Daun slam, laos kunyit dan jahe tidak harus beli di pasar. Jika tetangga kehabisan tinggal ngambil di halaman. Kalau memang dianggap tidakk materii kan bisa penghematan itu dipakai untuk meningkatkan bonus ke assisten rumah tangga kita.
Padahal ada sebuah hadis (mohon dicek dan dikoreksi jika salah) yang kalau nggak salah bunyinya kurang lebih demikian:
Jika buah dari tanaman yang engkau tanam diambil oleh hewan maka itu adalah sedekah, jika diambil oleh manusia juga sedekah. 

Apakah pemda kita, kita tidak ingin bersedekah?
Jika iya mari kita galakkan penghijauan atau tanaman hias yang sekaligus menghasilkan, sebab itu bisa dijadikan sarana untuk bersedekah, sehingga semua mendapat berkah.

Keterangan Foto: pohon mangga samping rumah yang sudah mulai berbuah meskipun buahnya masih kecil
                           dan foto bawah setelah mangga agak besar tapi belum siap panen

sumber : http://big-sugeng.blogspot.com/2010/08/penghijauan-dengan-tanaman-produktif.html

Penghijauan


SMA Negeri 1 Betung Memdapat Bantuan 4 buah Pohon Trembesi dari Bantuan Presiden yang disampaikan oleh Dan Ramil Kecamatan Betung yang diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Betung dan Langsung diadakan penanaman Pohon Trembesi. Terima Kasih Pak Presiden. Terima Kasih Pak Dan Ramil Kecamatan Betung


      sumber :http://smansabetung.blogspot.com/2010/11/penghijauan.html  

PENGHIJAUAN DI HULU SUNGAI CITARUM

Penghijauan Di Hulu Sungai CitarumMybdg.com – Penghijauan Di Hulu Sungai Citarum, Bandung – Sekitar 56 hektare lahan kritis di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, ditanami sekitar 21.000 bibit tanaman keras. Selama ini, kerusakan di hulu sungai dituding menjadi sumber utama penyebab terjadinya sedimentasi Sungai Citarum.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemkab Bandung, Perhutani, LSM, organisasi penggiat lingkungan, dan ratusan masyarakat setempat. Penanaman pohon dilaksanakan di Kampung Pasirmunding, Desa Cibeureum. Diharapkan gerakan penghijauan ini bisa mengurangi sedimentasi, dan menjadi tempat menyimpan cadangan air ketika musim kemarau melanda.
Bupati Bandung, Dadang M. Naser menuturkan, gerakan penghijauan ini telah menjadi perhatian serius Pemkab Bandung, terutama di lahan-lahan kritis seperti di seputar hulu Sungai Citarum yang sebagian lahannya banyak digunakan oleh masyarakat setempat untuk kegiatan pertanian jangka pendek. Kini, lahan hutan itu banyak ditanami tanaman kentang dan sayuran.
Menurut Bupati, meski bercocok tanam sayuran menguntungkan, namun di sisi lain kegiatan pertanian jangka pendek di hulu Sungai Citarum membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Sungai Citarum terus mengalami sedimentasi, sebagai akibat tanah yang berada di lahan pertanian tersebut tergerus masuk ke Sungai Citarum setiap musim hujan. “Jangankan sungai, jalan raya saja di Kertasari ini banyak tertutup lumpur akibat longsoran tanah pertanian,” ujar Dadang Naser di Kertasari, Jumat 28/12/12.
Bupati mengajak kepada seluruh warga Kertasari untuk selalu peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ia pun meminta kepada warga setempat untuk rajin menanam berbagai jenis tanaman keras di sekitar pekarangan rumahnya masing-masing. “Kalau lingkungan di Kertasari ini rindang oleh pepohonan, yang untung warga Kertasari sendiri karena udara menjadi bersih, air melimpah, tanah menjadi kuat karena terikat oleh akar tanaman,” jelasnya. Penghijauan Di Hulu Sungai Citarum.
sumber:http://www.mybdg.com/penghijauan-di-hulu-sungai-citarum/1631/

Mandalamekar Desa Berwawasan Lingkungan


Banyak orang menyatakan bahwa saat ini kita tengah menghadapi yang namanya pemanasan global atau global warming dalam bahasa kerennya. Banyak kalangan beropini tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari dampak pemanasan global ini. Tapi rasanya semua masih dalam batas opini, pendapat dan anjuran semata untuk mengurangi atau bahkan menghindari dampak dari pemanasan global ini, sedangkan tindakan atau implementasi di lapangan bisa dikatakan masih jauh dari harapan.
Semua boleh beropini, semua boleh berkampanye tentang hal ini bahkan harus. Namun yang jauh lebih penting adalah tindakan nyata dalam mencegah dampak pemanasan global tersebut. salah satu cara yang paling banyak dikampanyekan adalah dengan menanam pohon, bahkan Departemen Kehutanan membuat kampanye dengan jargon “One man One tree” (satu orang satu pohon). Kampanye ini dimaksudkan agar ada aware dari masyarakat agar mau membantu pemerintah dalam mencegah efek lebih besar dari pemanasan
Tak banyak pemerintah di pedesaan yang paham dan mengerti tentang apa itu global warming, apa dampaknya dan bagaimana cara menanggulanginya? Disebuah desa terpencil yang tak pernah diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten terlebih oleh pemerintah Provinsi dan Pusat, apa yang saat ini sedang banyak dikampanyekan diberbagai media tentang pencegahan pemanasan global sudah lama dilakukan oleh masyarakat di desa tersebut.
Desa tersebut bernama Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya – Jawa Barat. Desa ini memiliki sebuah program reboisasi atau penghijauan massal dan berkesinambungan, untuk merealisasikannya Tokoh Masyarakat membuat sebuah naungan berupa paguyuban dengan nama “Mitra Alam Munggaran”, diharapkan dengan adanya paguyuban ini semua program yang ada dapat terealisasi dan terarah.
Program Unggulan Penghijauan ini di mulai dengan membuat persemaian untuk benih, dan mempersiapkan lahan/ tanah desa yang tidak tergarap untuk ditanami. Yang menjadi fokus utama adalah lahan kosong di Karang Soak dan Pasir Salam, selain untuk ditanami kedua lahan didaerah ini juga nantinya akan dijadikan sebagai objek Agro wisata dan wisata alam serta Outbond.
Karena tanpa disadarai di kedua lahan tersebut begitu banyak potensi wisata yang tersimpan, seperti Air Terjun dan Gua-gua. Dalam merealisasikan program ini pemerintah desa tidak bekerja sendiri karena selain didukung paguyuban Mitra Alam Munggaran, mereka juga didukung oleh segenap masyarakat dan beberapa sekolah yang ada di desa tersebut.
Program yang sudah dimulai sejak setahun yang lalu ini, hingga sekarang sudah menanam lebih dari 5000 pohon, adapun pohon yang ditanam antara lain Pohon Picung, Pohon Karet dan Pohon Jati. Pohon-pohon tersebut diyakini memiliki ketahanan terhadap hama dan bisa menyerap air. Program Penghijauan yang digagas ini selain untuk menceag pemanasan global, juga untuk mencegah terjadinya longsor dan krisis air di masa depan. Disamping itu, hutan-hutan yang ditanami diharapkan bisa menjadi daerah resapan air dan menjadi sumber mata air bagi kelangsungan masyarakat sekitar yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani.
Semoga saja kesadaran kecil dari desa yang terpencil ini, bisa menggugah, bisa menjadi contoh bagi Desa yang lain bahwa dalam membangun kita tidak perlu selalu menunggu uluran tangan dari pemerintah. Inisiatif dan partisipasi masyarakat lokal akan jauh lebih bisa dirasakan hasil dan manfaatnya, karena jika kita hanya menunggu uluran tangan dari pemerintah entah tahun berapa kita bisa bangkit. Dimulai dari hal kecil yang dilaksanakan secara konsisten. 
sumber : http://denisuryana.wordpress.com/2009/12/04/mandalamekar-desa-berwawasan-lingkungan/